a Wundertalk

BUNCH OF STORIES

  • Home
  • About
  • Contact

Film ini merupakan salah satu film yang paling ditunggu tahun 2016 nih! Termasuk saya. Sebenarnya pada awalnya nggak ada niat bikin review. Ya memang karena nggak bakat review, apalagi tentang film. Aku termasuk awam tentang ini. Biasanya nonton film atau series buat seneng-seneng aja, kalau suka berarti film itu aku anggap bagus. Nggak ada indikator tertentu. Tapi entah kenapa kali ini ingin berbagi sedikit euforia, anggap saja begitu, lebih cocok dari pada disebut review. Jadi mohon maaf kalau ada beberapa yang tidak berkenan atau tidak sesuai. Mohon jangan dibully, saran dan kritik akan ditampung.

Sebenarnya hanya beberapa film Marvel yang benar-benar aku suka. Alasannya simple, karena selera. Beberapa genre mungkin tidak sesuai, tapi bukan berarti menolak semua, karena pada akhirnya jalan cerita yang paling berpengaruh.

Well, honestly I'm not that geeky.

Tapi Doctor Strange ini benar-benar sukses membuatku penasaran. Alasan pertama, yaitu karena cast nya oke-oke. Kalau kalian suka nonton Hannibal, 12 Years a Slave, Constantine, (these are my favs) pasti nggak akan asing deh sama tokoh yang mendominasi film ini. Selain itu, yang paling bikin penasaran adalah karena karakter si Dr. Strange ini diperankan oleh Benedict Cumberbatch. Dia adalah salah satu aktor favorit, karena nggak diragukan lagi aktingnya selalu bikin terkesima ketika dia dapat membawakan karakter yang berbeda-beda di setiap filmnya dengan sangat sempurna dan keren. Biasanya pada kebanyakan film ia berperan seagai karakter smart, sebut saja Stephen Hawking, Sherlock. Menurutku Cumberbatch cocoklah membawa peran Dr. Stephen Strange yang pintar dan arogan.

Pada awalnya aku tau film ini karena berita bahwa Sherlock season 4 nggak kelar-kelar karena Cumberbatch lagi sibuk dengan Doctor Strange ini. I'm a Sherlock series enthusiast btw. Bayangin aja dari SMA sampai sekarang kuliah semester tua nungguin season 4. Nah itu juga salah satu yang memotivasiku untuk tidak melewatkan Doctor Strange dengan harapan bakal keren banget!
Lalu alasan selanjutnya adalah karena cerita di film ini agak berbeda dengan film-film Marvel yang lain. Doctor Strange menyajikan konsep dan jalan cerita yang lebih magic dan supernatural. Ada beberapa scene yang dapat membawa kita ke dua dunia yang berbeda.

Sebelumnya aku sama sekali nggak tau kalau Doctor Strange ini bakal rilis di Indonesia lebih cepat, yaitu tanggal 26 Oktober 2016, yang awalnya aku kira November. Wah, Indonesia termasuk beruntung ya. Saking antusiasnya, hari pertama tayang itu juga aku nonton. Mumpung pagi nggak ada jadwal, aku berniat nonton di CGV Blitz Jwalk jam 12. Karena itu pertama kali tayang, jadi nggak berani buat nonton di XXI. Bukan karena takut kehabisan tiket, tapi takut nggak kedapetan seat favorit di baris E-F. Maklum nggak punya m-tix. Selain itu juga ingin menjajal Blitz selain di Hartono. Ternyata sampai sana terlalu awal, dan akhirnya beli deh tiket jam 11. Saat itu sangat sepi sekali. Satu studio 2D hanya ada sekitar 14 orang, dimana 10 orangnya menempati baris E termasuk aku, sisanya dua pasangan di sweet box.

Peringatan! Mungkin ada spoiler.

Jadi film Doctor Strange ini menceritakan tentang seorang dokter bedah saraf bernama Stephen Strange yang sangat pintar dan sombong. Ia menganggap dirinya paling ahli di rumah sakit tersebut, dan selalu menolak masukan dengan arogan, Suatu malam, ia mengalami kecelakaan mobil tunggal dan kemudian jatuh ke dalam jurang. Sayangnya kayaknya waktu evakuasinya lama, dan mengenai saraf yang menginervasi tangan sehingga berdampak pada pergerakan jari Dr. Strange yang terbatas, seperti tremor. Sudah tujuh kali ia menjalankan operasi, namun hal itu tidak berhasil mengembalikan fungsi tangannya seperti semula. Yang diinginkannya saat itu adalah kesembuhan sehingga dapat melakukan operasi bedah saraf seperti dulu, karena itulah hidupnya. Ia sempat putus asa dan saat pacarnya, Christine, prihatin dan ingin membantunya, sifat sombongnya mulai keluar. Ia tetap ingin sembuh bagaimanapun caranya. Setelah beberapa kali gagal, ia justru mendapat kabar bahwa ada seseorang pekerja bernama Jonathan Pangborn yang pernah lumpuh total, tetapi ajaibnya bisa jalan lagi. Datanglah ia menemui Pangborn dan disuruh ke suatu tempat bernama Kamar Taj, di Kathmandu, Nepal untuk bertemu sang guru. Hanya berbekal tekad, ia langsung pergi ke sana. 

Nah, ceritanya mulai seru nih ketika Strange bertemu dengan sang guru. Sifat sombongnya masih belum hilang, ia nggak percaya bagaimana bisa suatu sihir menyembuhkannya sedangkan ilmu kedokteran modern saja tidak bisa. Walaupun sang guru sudah bilang bahwa kekuatan itu tidak 'menyembuhkan', tetapi membangkitkan kepercayaan, Strange tetap kekeuh. Akhirnya sang guru menunjukkan suatu dimensi lain kepada Strange yang membuat "dia yang merasa tau segalanya, jadi sadar bahwa ternyata ada hal lain yang ia tidak ketahui sama sekali". Mulai saat itu, Strange yang angkuh berubah. Ada satu dialog yang jadi favorit, ketika Strange meminta diajari oleh sang guru, "How I get from here to there? "How did you become a doctor?" "Study and practice". Tekad Strange untuk menyembuhkan tangannya semakin meningkat. Ia giat membaca buku-buku kuno dan berlatih. Pada awalnya ia memang paling cupu, tapi karena kepintarannya, dengan cepat ia dapat menguasai kemampuan tersebut. Singkat cerita, Strange harus memilih menggunakan kemampuan dan energi yang ia miliki untuk mengembalikan fungsi tangannya atau untuk membela dunia.

Secara keseluruhan film ini menarik dan recommended untuk ditonton, bahkan bagiku yang biasanya tidak begitu tertarik dengan film bergenre fantasy, tetapi thumbs up buat film ini. Yang paling membuatku suka adalah jalan ceritanya yang ternyata memang berbeda, dengan mengangkat kehidupan Dr. Strange dan bagaimana ia bisa berubah dari yang sombong dan mementingkan egonya sendiri, sampai keputusan yang ia ambil untuk mengembalikan sanctum.

Efek visual dari film ini juga benar-benar keren banget! Mata kalian akan dimanjakan dengan bangunan kota yang menggulung-gulung. Jadi, coba deh tonton dengan 3D agar lebih afdol. Nggak lupa juga, film ini disertai dengan lawakan ringan walaupun terkadang terdengar sedikit receh sih. But the actors bring it right, jadi penonton tetap tertawa.

Tetapi disamping itu, yang nggak aku suka dari film ini adalah durasinya. Awalnya heran kenapa berasa cepet banget nonton ini, ternyata setelah dicek, memang durasinya hanya 115 menit, nggak sampai 2 jam. Jadi menurutku ceritanya agak sedikit mengambang. Untuk detail dan latar belakang tokohnya pun tidak terlalu diangkat. Bahkan nasib Dr. Strange setelah ini hanya ditampilkan dalam scene lewat. Benar-benar cepet banget, agak nggantung, jadi serasa belum puas nontonnya.

Oh ya, sedikit bocoran nih, jangan keburu-buru keluar theatre ya kalau sudah muncul credits scene, karena bakal ada Thor dan sedikit tentang villain nya Doctor Strange yang sesungguhnya. Semakin penasaran dengan sekuelnya. Lalu apakah Doctor Strange ini akan muncul di film Thor: Ragnarok kelak?

Sejauh ini Doctor Strange tidak begitu mengecewakan sih, masih sesuai dengan ekspektasi. 8/10 deh untuk film ini 😃
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Cukuplah aku menyapamu dalam diam, menyebut namamu dalam doa. Dan apabila rindu ini belum tersampaikan, izinkanku tetap menanti dalam keikhlasan.

Cukuplah aku tertegun dalam diam. Diam, sehingga hanya aku dan Allah yang tahu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
What's so great about leaning on someone's shoulder? If only the someone knew there's someone else leaning on the feeds, die laughing, realizing what just happened and her sacrifice ends up like the story of the last recital.


Literally, the hardest part.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jogja memang menyimpan banyak sekali pantai yang menawan. Aku pribadi lebih suka mengunjungi pantai di daerah Gunung Kidul karena pasirnya berwarna krem--bukan putih, banyak karang, dan airnya cukup tenang. Ya tergantung selera juga, sih. Kalau ditanya pantai Gunung Kidul yang terkenal, biasanya jawabannya adalah Siung, Sundak, Kukup, Indrayanti, Krakal, dll. Tapi baru kemarin ini aku berkesempatan lagi untuk mengunjungi salah satu pantai yang (kayaknya) masih belum seterkenal pantai-pantai yang aku sebutin tadi, yaitu pantai Sadranan.

Ini kali kedua aku ke pantai Sadranan. Terakhir tahun lalu dan saat itu masih sepiii banget. Sekarang juga masih sepi sih, kemarin aja cuma ada satu keluarga bule lagi snorkeling, sisanya penduduk lokal. Bedanya dulu akses jalan masuknya nggak sebagus sekarang. Walaupun judul post ini "The Hidden Sadranan", tapi bukan berarti terpencil. Pantai ini bahkan bersebelahan dengan lainnya, asal kalian mau explore pasti ketemu deh!

kakakku berendem. airnya tenang, kan?

Kita kesini nggak pakai tiket masuk. Kalau nggak salah cuma bayar parkir mobil aja 5000. Jarak antara parkiran dengan pantainya deket banget lho. Di depan pantainya sekarang ada tulisan "Pantai Sadranan" yang artsy hehe. Pertama menginjakkan pantai ini kesannya gila, pasirnya halus banget asli, butiran pasirnya nggak gede-gede jadi nggak sakit di kaki. Sebenernya enakan barefoot aka nyekeran, tapi di beberapa sisi masih banyak krakal gitu yang lumayan sakit kalau keinjek. Dibandingkan dengan pantai-pantai sebelahnya yang udah eksis duluan, pantai Sadranan ini punya karang-karang yang lebih sedikit di bibir pantainya lho. Itulah mengapa pantai ini cocok buat snorkeling.

dari pintu masuk. beach, I'm coming!


sepi banget, kan?

Fasilitas di pantai ini cukup okelah seukuran pantai yang sepi pengunjung. Udah ada kamar mandi yang bisa buat bilas juga, ada warung dan gazebo buat santai-santai. Yah walaupun cuma dikit, tapi kalau banyak juga nggak bagus, kan? Haha. Yang paling bikin aku betah di sini adalah karena banyaknya rumput dan tumbuhan hijau, sehingga kesan pantai yang panas nggak akan berlaku di sini. 



airnya bening, depannya udah karang

Overall, pantai Sadranan wajib kalian kunjungi kalau datang ke Jogja. Tapi sebagai insan yang beriman, tolong perhatikan kebersihan dan peduli dengan kehidupan tanaman dan biota laut di sana yaa. Jangan sampai pantai bagus kayak gini rusak oleh manusia :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
People who don’t want to accept the reality, don’t deserve to be a winner as well. Stay focused and try. Seeing the results will make you forget the process. Sometimes the process will be greater than the results. You will find obstacles in there and when you can fight for it, you will be very satisfied and proud of yourself. Nothing goes unchanged in this beautiful world. Actually you have something belongs only to you that will be the main attraction for others.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
All I can say is just simply amazing!
Sabtu, 5 Mei 2012 Secondhand Serenade konser di Sportorium UMY, di Jogja. Sempat kaget sih, soalnya pengumumannya cuma 1 minggu sebelumnya...jadi saya kurang prepare. Konser Secondhand Serenade kali ini nggak boleh terlewatkan, karena kapan lagi coba mereka kesini? Walaupun mereka bakal sering ke Indonesia, tapi belum tentu di Jogja lagi.
Nah, sebenernya waktu itu temanku Tata udah pesan tiket sebelumnya, dan kami rencana mau ngambil hari Senin setelah pulang sekolah jam 2. Tetapi nggak disangka ternyata ada praktikum pada hari itu sampe jam setengah 4. Kami pun terpaksa berangkat agak sore. Sebelumnya kami sempat dapet info bahwa pengambilan tiket pesanan cuma di Lincak Cafe. Langsung cengo karena kami nggak tau dimana Lincak Cafe. Akhirnya kami memutuskan untuk beli di Kopma UGM aja. Selain tau tempatnya, jaraknya juga lumayan nggak jauh dari rumah. Kami berangkat kesana naik Trans Jogja.

Tomorrow!! The day!! The day I saw John and friends. Sebelumnya, Tata udah bilang dia mau ada EIFJC dulu karena dia jadi panitianya, jadi kami berangkat ke venue jam 18.30. Fyi, jam 19 udah open gate. Ketika nyampe sana, antrian udah panjang gile...kami dapat barisan ke 15634 kali ya di festival A. Depan kami ada mas bule bersama mbak Indonesia. Dan saya merasa malem minggu itu jadi the real forever alone. Di antrian, kami cuma ngobrol ngalor ngidul, ngelangut, ngepo-in orang, dsb. Sampai kami ngga sadar ternyata open gate ngaret sampai jam 19.30.

Setelah itu kami masuk ke dalam venue. Di sana sudah cukup rame, but at least kita masih bisa nyempil-nyempil buat dapetin front row. Walaupun agak pinggir, tapi masih bisa terlihat dengan jelas :3 *karena saya tau saya pendek dan ga mau ditengah-tengah*.
Nggak lama kemudian, orang-orang pada teriak-teriak "We want John!!!" dan salah satu mbak-mbak teriak ke kru bule yang lagi beres-beres panggung yang pake baju pelangi (kalo sebutan kami sih "that guy"), mbak-mbaknya teriak "Where's John???" dan bulenya cuma manggut-manggut dan ssssshhhhh. Oke Preston Jones. Abis penonton manggil-manggil Secondhand Serenade, mereka dateng dan penonton pun berteriakan heboh sendiri. Whoaaaa lagu pertama yang dibawain itu You And I, pada sing along dah "And I know I'm not alooooone.....I'm not the only one who's broooookeeeeen" *ga jadi forever alone*.

Dan yang paling surprise dari konser itu adalah:
Pertama, mereka bawain Fix You by Coldplay. Kami langsung meleleh seketika. AAAAAAH JOHN! I SAW CHRIS MARTIN YOU KNOOO! sebelum ngecover lagu itu, John sempet bilang "We will cover a song, actually we didn't write this song, but this is our favorite song". Penampilannya ciamik sekali. Pentonton langsung sing along lagi dah :D
Dan yang kedua, John nge cover Only Human-nya The Killers, walaupun cuma reff aja, tapi sempet sing along juga, dan tidak lupa waktu bawain Broken, tiba-tiba langsung nyambung ke We Are Young-nya Fun hahahahah you are just genius! Tapi sepertinya ada beberapa coveran lagi, cuma saya tidak tahu.
ini video yang di record pakai kamera hp -_- sumpah ini bad quality banget, tapi ya lumayan deh dapet. Jadi mohon maaf ya.

Kemudian yang ketiga, yang paling paling surprise adalah ketika John bilang "I wanna play a new song called blablabla Day, this song hasn't been heard by other people in the world. And tonight, you guys are the first in the world who will hear the song. This is a happy song blablabla" kurang lebih gitu lah ga tau persisnya. Kalo ga salah judulnya "Back To The Old Day".

The show was amazing! sepertinya penonton di Jogja ini dapet ++ :D pertama, mereka bawain 19 lagu (mungkin gara-gara Serenaders sini juga teriak "We want more!!!" terus :)) dan kedua, John bawain lagu baru dimana lagu tersebut belum pernah diperdengarkan sebelumnya di konser-konser di dunia, mungkin kalau di presscon sudah dan tanpa instrumen pastinya :))

Lagu terakhir yang dibawakan yaitu The Last Song Ever, lagu ini selalu menjadi lagu penutup di konser mereka. Dan akhirnya John bilang "It's probably the last time we are here..no no, I mean the last time in this show.. I will come back and come back again to Indonesia. Yogyakarta is such a beautiful city. And this is the last show in Shout East Asia". Dan yang paling terakhir, mereka baris di depan, berangkulan dan "Thank you Yogyakarta! We are Secondhand Serenade!"
Sang drummer bagi-bagi stick drum banyak banget, 4 buah kali ya, padahal waktu show-nya udah bagi-bagi juga haha. Yang paling absurd menurut saya, si gitaris lempar aqua-aqua ke penonton. Ok, you've got the passion, Ryan :D

I hope someday I could see you guys again!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
It's about my birthday on December 1 2011, I know it's pretty late to make this post :P bayangin sekarang udah tanggal 30 Desember. As usual, pada tanggal 1 itu saya memulai keseharian seperti biasa, tetapi yang nggak ngenakin adalah kalo hari itu adalah hari pertama UAS.
Yah begitulah, seperti orang orang lainnya, entah di dunia nyata, dunia maya, dunia lain, pasti dapet ucapan kan, dan yang paling wow adalah kamu merasa menjadi artis dadakan di hari tersebut. Mention twitter membludak, notification fb meluber dan sebagainya. Dan nggak cuma itu, kamu bisa saja mendapatkan ucapan seperti ini
aaaah bikin terharu :""")) makasih guys. Sebenernya nggak mau publish, tapi ya gapapa lah :B btw maap nggak tau caranya masukin video youtube kesini biar keliatan langsung, padahal dulu bisa loh tapi entah kenapa klik-annya ilang.
Ngomong-ngomong makasih juga Tata buat Vices&Virtues nya :*******
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

KNOW ME

KNOW ME
Indonesian based in Jogja. Been three years studying Dentistry.

Follow Me

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Labels

  • Abroad (1)
  • Art (1)
  • Daily (1)
  • Event (1)
  • Jogja (1)
  • Journey (4)
  • Knowledge (2)
  • Korea (2)
  • Music (2)
  • Thoughts (9)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  August (1)
      • Objek Observasi
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2011 (4)
    • ►  December (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  October (2)

Created With By BeautyTemplates & Published With By Blogger Templates