a Wundertalk

BUNCH OF STORIES

  • Home
  • About
  • Contact
Teruntuk manusia-manusia di waktu terakhir,



Hai, kamu yang terlihat dingin. Maaf atas kesalahpahamanku. Ternyata kamu lebih hangat dari sinar matahari saat terbit di balik gedung itu, yang menjadi favoritku untuk menjadi objek kameraku. Sayangnya aku suka berbicaramu yang apa adanya, perlahan dengan perhatian kecil yang berarti, ketenangan yang menular. Gesturmu menipu, sungguh. Kamu di luar perkiraan. 



Hai, kamu yang terlihat perfeksionis. Memang iya. Tetapi kamu bisa juga ya bergelut dengan kepanikan dan lupa. Susun semua langkahmu. Jadikan fokus sebagai penyelamatmu. Jangan terdistraksi. Percaya semua akan baik-baik saja.



Hai, kamu yang terlihat konyol. Cukup sudahi kepura-puraan ini. Biarkan semua tahu aslimu. Tahan benci dan gengsimu pada yang di bawah, pada yang tak tahu apa-apa. Posisikan diri terhadap orang lain. Jangan mengadu. Aku harap kamu dapat menahan egomu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Found this 30 Songs Challenge on byputy's blog. So here they are!
  1. A song you like with a color in the title
    A Rocket To The Moon – Baby Blue Eyes
  2. A song you like with a number in the title
    Mew – 156
  3. A song that reminds you of summertime
    Weezer – Island In The Sun
  4. A song that reminds you of someone you would rather forget about
    Tame Impala – The Less I Know The Better
  5. A song that needs to be played LOUD
    Muse – Plug In Baby
  6. A song that makes you want to dance
    Two Door Cinema Club – What You Know
  7. A song to drive to
    Fazerdaze – Lucky Girl
  8. A song about drugs or alcohol
    Blur – Beetlebum
  9. A song that makes you happy
    Stereophonics – Have A Nice Day
  10. A song that makes you sad
    Daft Punk ft. Julian Casablancas – Instant Crush
  11. A song that you never get tired of
    Sondre Lerche – Private Caller
  12. A song from your preteen years
    Gorillaz – Feel Good Inc.
  13. One of your favorite ’70s songs
    Bee Gees – Stayin' Alive
  14. A song that you would have played at your wedding
    Sigur Rós – 
    Ágætis Byrjun
  15. A song that is a cover by another artist
    CHVRCHES – Stay
  16. One of your favorite classical songs
    Antonio Vivaldi – Winter
  17. A song that would sing a duet with on karaoke
     Blink 182 – I Miss You
  18. A song from the year that you were born
    Suede – Trash
  19. A song that makes you think about life
    Mew – Comforting Sounds
  20. A song that has many meanings to you
    Kings of Convenience – Cayman Islands
  21. A favourite song with a person’s name in the title
    Death Cab For Cutie – What Sarah Said
  22. A song that moves you forward
    The All-American Rejects – Move Along
  23. A song that you think everybody should listen to
    The Last Shadow Puppets – Miracle Aligner
  24. A song by a band you wish were still together
    My Chemical Romance – Disenchanted
  25. A song by an artist no longer living
    The Cranberries – Animal Instinct
  26. A song that makes you want to fall in love
    Louis Armstrong – La Vie En Rose
  27. A song that breaks your heart
    Eminem – When I'm Gone
  28. A song by an artist with a voice that you love
    Bon Iver – Holocene
  29. A song that you remember from your childhood
    Linkin Park – Somewhere I Belong
  30. A song that reminds you of yourself
    Radiohead – Creep
https://open.spotify.com/user/212qoafj6oiegeojsvonuqu2i/playlist/1q19Zbf3WNZQOpXelLpiT1
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Beberapa orang mungkin sepakat bahwa menjadi sendirian adalah suatu hal yang buruk. Kesannya seperti kamu tidak diharapkan dan kamu tidak pantas berada di posisi manapun.

Temanku pernah bertanya kepadaku, "Kok kamu bisa sih nonton film ke bioskop sendirian? Kalau aku mungkin bakal udah kayak anak ilang." atau bilang "Aku nggak jadi nonton film X, nggak ada teman". Bahkan ibuku pun sering protes kalau aku makan di luar sendirian. Bukan karena aku nggak punya teman yang bisa diandalkan, tapi ada kalanya aku nyaman dengan diri sendiri.


Being alone doesn't mean being lonely.


Sendiri lekat dengan kesepian, kesepian lekat dengan kesedihan. Namun, semua itu tidaklah mutlak. Kita tidak tahu apa yang orang lain rasakan ketika mereka memilih untuk sendiri. Mereka bisa saja sedang berdamai dengan diri mereka sendiri. Sebagai proses mengenal diri yang lebih baik tanpa adanya pengaruh dari sekitar.

Tidak semua tentang kesendirian itu kelam. Misalkan kalian lapar, tapi nggak ada yang bisa diajakin makan, lantas apakah kalian jadi nggak makan? You live your own life. Kalian butuh makan untuk hidup, kenapa harus selalu ditemani? Hidup tergantung seperti itu lama kelamaan akan merugikan diri sendiri.

Manusia memang pada dasarnya makhluk sosial, tapi selama kalian butuh dan nyaman, it's fine to sometimes be alone. 

why don't we share our solitude?
- lokasi foto: jembatan stasiun Palmerah
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Suatu waktu aku iseng scrolling timeline Twitter dan mendapati salah satu following ngetweet "Ada yang mau nonton Mew?". Bingung sebingung-bingungnya. Alhasil langsunglah ku menilik instagram @mewofficial, dan benar saja mereka bakal konser di salah satu festival indie clothing-whatsoever di Istora Senayan. How can I not know? Info dari Maret tapi baru tau H-2 minggu sungguhlah cerdas~

Sepertinya memang saat itu semesta sedang berpihak padaku. Walaupun sempat lama berkontemplasi, akhirnya diri ini memantapkan untuk berangkat. Untung besoknya libur. Untungnya lagi HTM-nya cuma 50.000. Kapan lagi nonton band sekelas Mew lebih murah dari Raisa? Udah sekalian bisa liat-liat baju distro lucu dan band-band keren lainnya seperti Sore, Polka Wars, Vira Talisa, Reality Club, Seringai (itu doang yang tau).
Pada akhirnya kuajak juga teman seper-fangirl-an untuk nonton karena juga sesama penikmat Sore dan Polka Wars. Sayangnya dia berangkat duluan ke Jakarta karena ada urusan magang.

Kondisi waktu itu sebenarnya lagi hectic habis ujian dan sangat misqin. Yaa baru tau H-2 minggu kaga ada persiapan apa-apa. Berbekal tabungan seadanya, aku berangkat. Kalau ditanya kenapa segitunya, karena waktu sebulan terakhir itu aku memang sedang butuh "rehat" dari banyaknya problematika hidup (dan hati). Aku ingin memberikan self-rewarding gitu. Kesempatan sedang datang dan aku nggak mau mengecewakan diri sendiri sehingga timbul penyesalan. Secara ini adalah salah satu momen yang aku tunggu sejak bertahun-tahun yang lalu. Nggak percaya? Ini buktinya


Itu tweet waktu Mew konser di Guinness Arthur's Day bareng One Republic dan Club8. Sayangnya nggak boleh karena masih bocah SMA nggak memenuhi syarat 21+ haha padahal pengen banget :(

Usai ujian, aku langsung bergegas ke stasiun naik ojol. Berangkat sore hari, sampai Jakarta dini hari. Aku numpang bermalam di tempat tinggal kakak di daerah Benhil. Pagi harinya bingung mau ngapain. Rasanya mager sekali untuk keluar sekadar cari makan. Padahal hari itu adalah hari H dan belum beli tiket, sungguhlah cerdas #2. Yaudah sembari menunggu temanku datang dari Bintaro, aku naik ojol ke Ratu Plaza buat makan KFC doang haha. 

Ojol: "Mbak, ini mau lewat mana ya?"
Aku: "Ngikutin map aja, pak."
Ojol: "Saya nggak hapal jalan."

Apalagi saya pak.

Akhirnya dengan berbekal memori jangka pendek dan kesotoyanku, aku mengarahkan si bapak ojol dari Benhil-Semanggi-Senayan. Yang penting ketemu Jonas Bjerre.

Selesai makan, sempat mager dulu di KFC agak lama, dan posisi masih belum pegang tiket. Aku menyarankan temanku yang masih di stasiun untuk membeli tiket di Indomaret takut on the spot ngantri atau sold out. Karena terlalu gabut, pas pukul 5 sore aku jalan kaki ke Istora Senayan yang jaraknya 700 meter 😔 ya gimana sih, aku suka jalan-jalan di kota orang. Sepanjang jalan aku minder karena banyak mas-mbak hypebeast sedangkan aku cuma kentang. Sampai venue, ticket box sepi antrian dong. Tanpa konfirmasi ke temanku aku langsung semangat beli 3 tiket, satunya untuk teman kuliahnya temanku yang ikutan juga. Tapi ternyata mereka udah beliin tiket di Indomaret. Sometimes life isn't easy~

Jadi di sana ada dua stage, nah stage yang luar itu punya Mew, Sore, Polka Wars, Vira Talisa. Stage kedua yang ada Reality Club dan Seringai posisi di dalam, dan buat kesana harus lewat tenants baju dan fnb. Sembari menunggu teman, aku sempatkan jalan-jalan liat baju dan nonton Vira Talisa hehe, masih sepi banget yang nonton. Sewaktu aku duduk ndelosor di pinggir ilalang sambil menikmani alunan mbak Vira, tetiba ada mbak-mbak yang menghampiriku. Dia juga sendirian, dan yang paling kukagumi adalah dia pakai kaos ERK. Kami berkenalan dan dia cerita kalau menang meet & greet Mew tapi entah ada miskomunikasi jadi dia ketinggalan. Kalau aku jadi dia, pasti bakal nangis. Selama ngobrol, mbak ini baik banget serius sampai nawarin thai tea. Dia kaget ketika tau aku dari Jogja dan masih kuliah. Sayangnya setelah itu kami berpisah karena aku mau jajan dan waktu balik ke stage, aku nggak menemukan dia lagi. Padahal asik kalo nonton bareng yakan. Dan mulai saat itu, untuk pertama kalinya, aku merasakan esensi sebuah kata "Frengers", not quite a friend, not quite a stranger. Mbak, kalau kamu baca ini please say hi to me ya.

lagi jajan

Setelah kenyang jajan-jajan, majulah kami ke depan stage. Posisi kami di baris pertama, agak ke kiri, dekat sound. Kalau di nalar sih ya, itu posisi rada nggak enak untuk mendapatkan kualitas suara yang oke. Nggak apa-apa, yang penting di depan hehe. Bagian tengah udah penuh guys, padahal aku udah ngode mas-mas sebelah kananku untuk geser biar agak tengahan dikit. Sebenarnya dari awal datang, aku agak kaget sih ya, sorry to say, dari stage, lighting-nya standar pensi dan sound nya pun biasa. Sempat terlintas di pikiranku, kok Mew mau ya konser di sini. Tapi dengan limapuluhribu, what do you expect? Jujur sih awalnya berharap seperti Mew konser di Roskilde hahah. Semoga aja nanti pas giliran Mew sound nya ganti.

Tepat pukul 19.20, Sore masuk stage. Aku heboh karena akhirnya nonton Sore juga. Dulu waktu SMA selalu dengerin Sore full album, jadi bisa banget menikmati lagu-lagunya dan sing along. Mereka ini walaupun sudah bapak-bapak tetap kocak sih. Mereka bilang Mew anak mereka :( Selanjutnya adalah Polka Wars! Mereka masuk stage pukul 20.15. Lagu mereka yang paling favorit dan selalu terngiangku adalah Mokele. Performance mereka paling keren waktu bawain lagu Rangkum. Ada mas-mas nari kayak di music video nya.

Setelah Polka Wars selesai, inilah waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu waktu aku harus masuk ke pokok cerita. Mew is going to be on stage! Kru mereka nge-set panggung sedemikian rupa dan ya akhirnya sound depan diturunin. Senang sekali harapanku terwujud. Beberapa menit kemudian, kok kru mereka masih ribet ya. Lama banget cek-ceknya, sampai penonton di belakang pada ribut, managernya juga galak :( kabel udah bener, eh nggak nyambung lagi gitu terus. A few moments later, Mads Wegner, their touring guitarist ke stage berdiri di depan aku! Dilanjutkan dengan Nick Watts pada keyboard, Silas Jorgensen pada drum, dan Johan Wohlert pada bass.

Mana nih Jonas Bjerre?

Silas mulai menggebuk drumnya memainkan intro "In A Better Place". Selang beberapa detik kemudian, Jonas lompat ke stage. Duh. Pertama kali lihat secara langsung, imut banget nggak kuat padahal udah bapak-bapak :(
Jonas ini bagaikan dewa turun dari Asgard.... kira-kira beginilah bentukannya di stage:

bukan foto waktu itu ya, ini ambil dari google cuma buat ilustrasi

Foto yang di ambil dari posisiku berdiri:



Jarak antara stage dan crowd penonton nggak terlalu dekat juga, sekitar 2 meter untuk akses media. Jujur aja agak terganggu sama mereka yang di depan kalau selesai foto banyak yang malah nongkrong sambil ngerokok. Nggak sopan aja sih, nggak enak dilihat. Waktu itu juga aku nggak banyak ambil foto dan video karena nggak enak lah sama Mew-nya haha, aku mencoba menghargai mereka. Fokus nyanyi sajalah aku. Maaf mas yang di samping, jadi keberisikan suaraku. 

Ini song list yang mereka bawakan:

In A Better Place
Special
Zookeeper's Boy
Satellietes
Candy Pieces All Smeared Out
Introducing Palace Player
Snow Brigade
Start
Twist Quest
Water Slides
Apocalypso
Saviours of Jazz Ballet
Carry Me To Safety
Nothingness/Seasons
Am I Wry? No
156
Comforting Sounds

Dengan 17 lagu dalam 1,5 jam, puas banget sih. Kebanyakan lagu yang dibawakan dari album Frengers, And The Glass Handed Kites, dan Visuals. Kalau boleh saran ke mereka, sekali kali bawain lagu dari album A Triumph for A Man atau Half The World Is Watching Me (yakali bakal baca). Sempat ditengah-tengah salah satu lagu, sound gitar Mads Wegner hilang. Padahal saat itu adalah part-nya main. Aku ngeh banget karena dia tepat di depanku, lihat gimana ekspresinya yang agak kecewa juga. Serta terkadang suara vokal tidak terdengar seimbang. Untungnya Mew sudah manggung sejak 20 tahun lebih, jadi kurasa hal seperti itu bisa teratasi dengan baik. Selain itu, lighting yang gelap menurutku bukan semata-mata menjadi kekurangan. Mereka memang sengaja setting gelap agar selain kita khusyuk menikmati musik mereka, kita juga bisa melihat background visual original Mew (yang dibuat oleh sang visual artist, Jonas Bjerre). Hal tersebut membuat penonton agak susah untuk ambil foto atau video yang baik. Jadi yaa memang lebih baik khusyuk menikmati dari pada sibuk foto atau video.

Terlepas dari masalah tersebut, penampilan Mew kali ini sangat memuaskan. Seperti live mereka yang selalu aku lihat di video. Jonas masih dengan kenaifan dan kekakuannya di stage, tapi diimbangi Johan dengan permainan bass yang gila dan alunan gitar Mads yang gahar. 

Gimana rasanya setelah nonton Mew? 

Bagi aku yang telah lama menantikan moment ini dan pertama kali nonton mereka secara live, rasanya campur aduk antara senang, terharu, dan nggak nyangka. Akhirnya salah satu impianku terwujud.

It was the most mewgical night in my life, pokoknya.

Sepertinya inilah keputusan terbaik yang pernah aku buat selama hidup. Keputusan yang diambil secara tepat, cepat, dan efektif tanpa berpikir panjang. I'm kinda proud of me. Nggak ngerti kenapa bisa sayang gini. Pertama kali familiar sama mereka tahun 2000-sekian di MTV, suka bangetnya baru tahun 2009 setelah mereka konser di Java Rockin'land. Tiap kali dengerin lagu baru mereka, pikiranku seakan bilang "apaan sih ini aneh banget", tapi setelah tiga atau empat kali denger jadi bikin nagih. Aku menyebut musik mereka magical-weird-but cool, sesukaku. Saking nggak ngeboseninnya, tiap belajar ujian nasional sampai sekarang skripsian ya ditemani lagu mereka. They influence me a lot.

My favorite Danish men! 
Nick Watts, Mads Wegner, Jonas Bjerre Terkelsbøl, Silas Utke Graae Jørgensen, Johan Wohlert


Tusen takk for being exist and making good musics! Semoga di lain kesempatan bisa bertemu dengan kalian lagi, Mew!

aku di kanan pakai baju putih~
pic source: @mewofficial instagram
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

KNOW ME

KNOW ME
Indonesian based in Jogja. Been three years studying Dentistry.

Follow Me

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Labels

  • Abroad (1)
  • Art (1)
  • Daily (1)
  • Event (1)
  • Jogja (1)
  • Journey (4)
  • Knowledge (2)
  • Korea (2)
  • Music (2)
  • Thoughts (9)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  August (1)
      • Objek Observasi
    • ►  July (1)
      • 30 Songs Challenge
    • ►  June (1)
      • The Art of Being Alone
    • ►  May (1)
      • Akhirnya Nonton Mew!
  • ►  2017 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2011 (4)
    • ►  December (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  October (2)

Created With By BeautyTemplates & Published With By Blogger Templates