a Wundertalk

BUNCH OF STORIES

  • Home
  • About
  • Contact



Suatu waktu aku iseng scrolling timeline Twitter dan mendapati salah satu following ngetweet "Ada yang mau nonton Mew?". Bingung sebingung-bingungnya. Alhasil langsunglah ku menilik instagram @mewofficial, dan benar saja mereka bakal konser di salah satu festival indie clothing-whatsoever di Istora Senayan. How can I not know? Info dari Maret tapi baru tau H-2 minggu sungguhlah cerdas~

Sepertinya memang saat itu semesta sedang berpihak padaku. Walaupun sempat lama berkontemplasi, akhirnya diri ini memantapkan untuk berangkat. Untung besoknya libur. Untungnya lagi HTM-nya cuma 50.000. Kapan lagi nonton band sekelas Mew lebih murah dari Raisa? Udah sekalian bisa liat-liat baju distro lucu dan band-band keren lainnya seperti Sore, Polka Wars, Vira Talisa, Reality Club, Seringai (itu doang yang tau).
Pada akhirnya kuajak juga teman seper-fangirl-an untuk nonton karena juga sesama penikmat Sore dan Polka Wars. Sayangnya dia berangkat duluan ke Jakarta karena ada urusan magang.

Kondisi waktu itu sebenarnya lagi hectic habis ujian dan sangat misqin. Yaa baru tau H-2 minggu kaga ada persiapan apa-apa. Berbekal tabungan seadanya, aku berangkat. Kalau ditanya kenapa segitunya, karena waktu sebulan terakhir itu aku memang sedang butuh "rehat" dari banyaknya problematika hidup (dan hati). Aku ingin memberikan self-rewarding gitu. Kesempatan sedang datang dan aku nggak mau mengecewakan diri sendiri sehingga timbul penyesalan. Secara ini adalah salah satu momen yang aku tunggu sejak bertahun-tahun yang lalu. Nggak percaya? Ini buktinya


Itu tweet waktu Mew konser di Guinness Arthur's Day bareng One Republic dan Club8. Sayangnya nggak boleh karena masih bocah SMA nggak memenuhi syarat 21+ haha padahal pengen banget :(

Usai ujian, aku langsung bergegas ke stasiun naik ojol. Berangkat sore hari, sampai Jakarta dini hari. Aku numpang bermalam di tempat tinggal kakak di daerah Benhil. Pagi harinya bingung mau ngapain. Rasanya mager sekali untuk keluar sekadar cari makan. Padahal hari itu adalah hari H dan belum beli tiket, sungguhlah cerdas #2. Yaudah sembari menunggu temanku datang dari Bintaro, aku naik ojol ke Ratu Plaza buat makan KFC doang haha. 

Ojol: "Mbak, ini mau lewat mana ya?"
Aku: "Ngikutin map aja, pak."
Ojol: "Saya nggak hapal jalan."

Apalagi saya pak.

Akhirnya dengan berbekal memori jangka pendek dan kesotoyanku, aku mengarahkan si bapak ojol dari Benhil-Semanggi-Senayan. Yang penting ketemu Jonas Bjerre.

Selesai makan, sempat mager dulu di KFC agak lama, dan posisi masih belum pegang tiket. Aku menyarankan temanku yang masih di stasiun untuk membeli tiket di Indomaret takut on the spot ngantri atau sold out. Karena terlalu gabut, pas pukul 5 sore aku jalan kaki ke Istora Senayan yang jaraknya 700 meter 😔 ya gimana sih, aku suka jalan-jalan di kota orang. Sepanjang jalan aku minder karena banyak mas-mbak hypebeast sedangkan aku cuma kentang. Sampai venue, ticket box sepi antrian dong. Tanpa konfirmasi ke temanku aku langsung semangat beli 3 tiket, satunya untuk teman kuliahnya temanku yang ikutan juga. Tapi ternyata mereka udah beliin tiket di Indomaret. Sometimes life isn't easy~

Jadi di sana ada dua stage, nah stage yang luar itu punya Mew, Sore, Polka Wars, Vira Talisa. Stage kedua yang ada Reality Club dan Seringai posisi di dalam, dan buat kesana harus lewat tenants baju dan fnb. Sembari menunggu teman, aku sempatkan jalan-jalan liat baju dan nonton Vira Talisa hehe, masih sepi banget yang nonton. Sewaktu aku duduk ndelosor di pinggir ilalang sambil menikmani alunan mbak Vira, tetiba ada mbak-mbak yang menghampiriku. Dia juga sendirian, dan yang paling kukagumi adalah dia pakai kaos ERK. Kami berkenalan dan dia cerita kalau menang meet & greet Mew tapi entah ada miskomunikasi jadi dia ketinggalan. Kalau aku jadi dia, pasti bakal nangis. Selama ngobrol, mbak ini baik banget serius sampai nawarin thai tea. Dia kaget ketika tau aku dari Jogja dan masih kuliah. Sayangnya setelah itu kami berpisah karena aku mau jajan dan waktu balik ke stage, aku nggak menemukan dia lagi. Padahal asik kalo nonton bareng yakan. Dan mulai saat itu, untuk pertama kalinya, aku merasakan esensi sebuah kata "Frengers", not quite a friend, not quite a stranger. Mbak, kalau kamu baca ini please say hi to me ya.

lagi jajan

Setelah kenyang jajan-jajan, majulah kami ke depan stage. Posisi kami di baris pertama, agak ke kiri, dekat sound. Kalau di nalar sih ya, itu posisi rada nggak enak untuk mendapatkan kualitas suara yang oke. Nggak apa-apa, yang penting di depan hehe. Bagian tengah udah penuh guys, padahal aku udah ngode mas-mas sebelah kananku untuk geser biar agak tengahan dikit. Sebenarnya dari awal datang, aku agak kaget sih ya, sorry to say, dari stage, lighting-nya standar pensi dan sound nya pun biasa. Sempat terlintas di pikiranku, kok Mew mau ya konser di sini. Tapi dengan limapuluhribu, what do you expect? Jujur sih awalnya berharap seperti Mew konser di Roskilde hahah. Semoga aja nanti pas giliran Mew sound nya ganti.

Tepat pukul 19.20, Sore masuk stage. Aku heboh karena akhirnya nonton Sore juga. Dulu waktu SMA selalu dengerin Sore full album, jadi bisa banget menikmati lagu-lagunya dan sing along. Mereka ini walaupun sudah bapak-bapak tetap kocak sih. Mereka bilang Mew anak mereka :( Selanjutnya adalah Polka Wars! Mereka masuk stage pukul 20.15. Lagu mereka yang paling favorit dan selalu terngiangku adalah Mokele. Performance mereka paling keren waktu bawain lagu Rangkum. Ada mas-mas nari kayak di music video nya.

Setelah Polka Wars selesai, inilah waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu waktu aku harus masuk ke pokok cerita. Mew is going to be on stage! Kru mereka nge-set panggung sedemikian rupa dan ya akhirnya sound depan diturunin. Senang sekali harapanku terwujud. Beberapa menit kemudian, kok kru mereka masih ribet ya. Lama banget cek-ceknya, sampai penonton di belakang pada ribut, managernya juga galak :( kabel udah bener, eh nggak nyambung lagi gitu terus. A few moments later, Mads Wegner, their touring guitarist ke stage berdiri di depan aku! Dilanjutkan dengan Nick Watts pada keyboard, Silas Jorgensen pada drum, dan Johan Wohlert pada bass.

Mana nih Jonas Bjerre?

Silas mulai menggebuk drumnya memainkan intro "In A Better Place". Selang beberapa detik kemudian, Jonas lompat ke stage. Duh. Pertama kali lihat secara langsung, imut banget nggak kuat padahal udah bapak-bapak :(
Jonas ini bagaikan dewa turun dari Asgard.... kira-kira beginilah bentukannya di stage:

bukan foto waktu itu ya, ini ambil dari google cuma buat ilustrasi

Foto yang di ambil dari posisiku berdiri:



Jarak antara stage dan crowd penonton nggak terlalu dekat juga, sekitar 2 meter untuk akses media. Jujur aja agak terganggu sama mereka yang di depan kalau selesai foto banyak yang malah nongkrong sambil ngerokok. Nggak sopan aja sih, nggak enak dilihat. Waktu itu juga aku nggak banyak ambil foto dan video karena nggak enak lah sama Mew-nya haha, aku mencoba menghargai mereka. Fokus nyanyi sajalah aku. Maaf mas yang di samping, jadi keberisikan suaraku. 

Ini song list yang mereka bawakan:

In A Better Place
Special
Zookeeper's Boy
Satellietes
Candy Pieces All Smeared Out
Introducing Palace Player
Snow Brigade
Start
Twist Quest
Water Slides
Apocalypso
Saviours of Jazz Ballet
Carry Me To Safety
Nothingness/Seasons
Am I Wry? No
156
Comforting Sounds

Dengan 17 lagu dalam 1,5 jam, puas banget sih. Kebanyakan lagu yang dibawakan dari album Frengers, And The Glass Handed Kites, dan Visuals. Kalau boleh saran ke mereka, sekali kali bawain lagu dari album A Triumph for A Man atau Half The World Is Watching Me (yakali bakal baca). Sempat ditengah-tengah salah satu lagu, sound gitar Mads Wegner hilang. Padahal saat itu adalah part-nya main. Aku ngeh banget karena dia tepat di depanku, lihat gimana ekspresinya yang agak kecewa juga. Serta terkadang suara vokal tidak terdengar seimbang. Untungnya Mew sudah manggung sejak 20 tahun lebih, jadi kurasa hal seperti itu bisa teratasi dengan baik. Selain itu, lighting yang gelap menurutku bukan semata-mata menjadi kekurangan. Mereka memang sengaja setting gelap agar selain kita khusyuk menikmati musik mereka, kita juga bisa melihat background visual original Mew (yang dibuat oleh sang visual artist, Jonas Bjerre). Hal tersebut membuat penonton agak susah untuk ambil foto atau video yang baik. Jadi yaa memang lebih baik khusyuk menikmati dari pada sibuk foto atau video.

Terlepas dari masalah tersebut, penampilan Mew kali ini sangat memuaskan. Seperti live mereka yang selalu aku lihat di video. Jonas masih dengan kenaifan dan kekakuannya di stage, tapi diimbangi Johan dengan permainan bass yang gila dan alunan gitar Mads yang gahar. 

Gimana rasanya setelah nonton Mew? 

Bagi aku yang telah lama menantikan moment ini dan pertama kali nonton mereka secara live, rasanya campur aduk antara senang, terharu, dan nggak nyangka. Akhirnya salah satu impianku terwujud.

It was the most mewgical night in my life, pokoknya.

Sepertinya inilah keputusan terbaik yang pernah aku buat selama hidup. Keputusan yang diambil secara tepat, cepat, dan efektif tanpa berpikir panjang. I'm kinda proud of me. Nggak ngerti kenapa bisa sayang gini. Pertama kali familiar sama mereka tahun 2000-sekian di MTV, suka bangetnya baru tahun 2009 setelah mereka konser di Java Rockin'land. Tiap kali dengerin lagu baru mereka, pikiranku seakan bilang "apaan sih ini aneh banget", tapi setelah tiga atau empat kali denger jadi bikin nagih. Aku menyebut musik mereka magical-weird-but cool, sesukaku. Saking nggak ngeboseninnya, tiap belajar ujian nasional sampai sekarang skripsian ya ditemani lagu mereka. They influence me a lot.

My favorite Danish men! 
Nick Watts, Mads Wegner, Jonas Bjerre Terkelsbøl, Silas Utke Graae Jørgensen, Johan Wohlert


Tusen takk for being exist and making good musics! Semoga di lain kesempatan bisa bertemu dengan kalian lagi, Mew!

aku di kanan pakai baju putih~
pic source: @mewofficial instagram
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Dalam pameran utama Biennale Jogja XIV yang bertajuk STAGE OF HOPELESSNESS, 39 perupa dari Indonesia dan Brasil diundang untuk menggelar karya-karyanya. Sebanyak 27 perupa Indonesia yang diundang adalah perupa-perupa yang aktif berkegiatan dalam enam tahun terakhir dan telah menggelar pameran tunggal dalam dua tahun terakhir."









Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jogja memang menyimpan banyak sekali pantai yang menawan. Aku pribadi lebih suka mengunjungi pantai di daerah Gunung Kidul karena pasirnya berwarna krem--bukan putih, banyak karang, dan airnya cukup tenang. Ya tergantung selera juga, sih. Kalau ditanya pantai Gunung Kidul yang terkenal, biasanya jawabannya adalah Siung, Sundak, Kukup, Indrayanti, Krakal, dll. Tapi baru kemarin ini aku berkesempatan lagi untuk mengunjungi salah satu pantai yang (kayaknya) masih belum seterkenal pantai-pantai yang aku sebutin tadi, yaitu pantai Sadranan.

Ini kali kedua aku ke pantai Sadranan. Terakhir tahun lalu dan saat itu masih sepiii banget. Sekarang juga masih sepi sih, kemarin aja cuma ada satu keluarga bule lagi snorkeling, sisanya penduduk lokal. Bedanya dulu akses jalan masuknya nggak sebagus sekarang. Walaupun judul post ini "The Hidden Sadranan", tapi bukan berarti terpencil. Pantai ini bahkan bersebelahan dengan lainnya, asal kalian mau explore pasti ketemu deh!

kakakku berendem. airnya tenang, kan?

Kita kesini nggak pakai tiket masuk. Kalau nggak salah cuma bayar parkir mobil aja 5000. Jarak antara parkiran dengan pantainya deket banget lho. Di depan pantainya sekarang ada tulisan "Pantai Sadranan" yang artsy hehe. Pertama menginjakkan pantai ini kesannya gila, pasirnya halus banget asli, butiran pasirnya nggak gede-gede jadi nggak sakit di kaki. Sebenernya enakan barefoot aka nyekeran, tapi di beberapa sisi masih banyak krakal gitu yang lumayan sakit kalau keinjek. Dibandingkan dengan pantai-pantai sebelahnya yang udah eksis duluan, pantai Sadranan ini punya karang-karang yang lebih sedikit di bibir pantainya lho. Itulah mengapa pantai ini cocok buat snorkeling.

dari pintu masuk. beach, I'm coming!


sepi banget, kan?

Fasilitas di pantai ini cukup okelah seukuran pantai yang sepi pengunjung. Udah ada kamar mandi yang bisa buat bilas juga, ada warung dan gazebo buat santai-santai. Yah walaupun cuma dikit, tapi kalau banyak juga nggak bagus, kan? Haha. Yang paling bikin aku betah di sini adalah karena banyaknya rumput dan tumbuhan hijau, sehingga kesan pantai yang panas nggak akan berlaku di sini. 



airnya bening, depannya udah karang

Overall, pantai Sadranan wajib kalian kunjungi kalau datang ke Jogja. Tapi sebagai insan yang beriman, tolong perhatikan kebersihan dan peduli dengan kehidupan tanaman dan biota laut di sana yaa. Jangan sampai pantai bagus kayak gini rusak oleh manusia :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bulan April lalu, aku dan teman-teman mengikuti exchange ke Korea Selatan. Kota yang akan kami singgahi adalah Gwangju. Perjalanan ini dimulai pada 18 April 2010, ketika kami berangkat dari bandara Adisutjipto Jogja menuju Kuala Lumpur (KLIA) dengan pesawat Malaysia Airlines. Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Jogja menuju KL. Saat itu kami memang memilih untuk transit di sana, walaupun harus nunggu lama untuk flight selanjutnya hiks. Jadi saat itu kami sampai di KLIA siang hari, namun jadwal flight ke Korea baru tengah malemnya. Hampir setengah hari kami nggembel di KLIA, tapi hal itu nggak bikin kecewa kok karena kita bisa melakukan apapun di sana! Beneran deh, kalian mau belanja atau nyari makan enak di sana sudah tersedia. Selain itu kalian bisa jalan-jalan ke KLIA Jungle Broadwalk, hutan buatan di tengah airport, sehingga killing time di sana jadi nggak terasa. 


Hari kedua perjalanan



Kami berangkat dari KLIA ke Incheon pukul 00.30. Penerbangan kali ini memakan waktu kurang lebih 6 jam, sehingga kami sampai di Incheon Airport sekitar pukul 8 pagi (waktu Korea). Jetlag? Enggak juga. Sampai sana kami ke imigrasi dulu dan harus naik subway, semacam train penghubung, untuk menuju ke bandara bagian luar. 


naik subway duluu

Waktu masih di dalem bandara, aku nggak masalah sama suhu udaranya, tapi setelah sampai luar ternyata dingin bangeet! Saat itu musim semi di Korea, tapi menurut standar orang Indonesia itu udah termasuk dingin, anginnya lumayan kenceng. Jadi kalau ke Korea musim dingin termasuk spring dan autumn (bagi orang Indonesia), pastikan udah pakai jaket sebelum ke luar bandara ya! Kalau bisa malah sebelum ke luar dari pesawat :))
Nggak lama kemudian, aku dan teman-teman dijemput oleh guru dan salah satu murid dari SMP Seong deok. Kami langsung berangkat ke kota tujuan Gwangju dengan bus, if I'm not mistaken, namanya Limousine Bus. Bus nya lumayan luas, hampir seperti tour bus, digunakan untuk nganterin penumpang ke destinasi yang dimau (biasanya ke Seoul). Ini salah satu alternatif dari pada ngabisin duit naik taksi yang muahal banget knowing that Seoul jaraknya lumayan jauh dari Incheon. Alternatif lain yang lebih murah sih bisa naik subway, tapi karena waktu itu kami rombongan dan tujuan kami adalah ke Gwangju, jadi prefer naik bus. 

mangkal depan Incheon Airport

tarif taxi di Incheon Airport

Incheon - Seoul: 1 jam. Incheon - Gwangju: 6 jam.

Perjalanan dari Incheon ke Gwangju menghabiskan waktu sekitar 6 jam. Jalanan yang dilalui pun sangat sepi dan lebar seperti jalanan tol. Kalau lihat ke luar jendela, kamu cuma bisa lihat semak-semak, tapi beberapa ada yang berbunga cantik karena pas musim semi. Pokoknya nggak bakal bosen deh perjalanan selama itu. Oh ya, kalau mau naik bus antar kota di Korea make sure kalian udah ke kamar mandi sebelumnya, karena di dalam bus nggak ada toiletnya dan cuma berhenti sekali di rest area. 

makan siang di rest area

Sebenernya aku nggak tau lokasi persis rest area nya di daerah mana, tapi setauku namanya Haengdamdo Service Area yang di depan bangunannya ada tulisan "Ocean Park Resort". Tempatnya rame dan gede banget, banyak pilihan food court, dan toiletnya juga bersih walaupun kadang harus ngantri. Bagi orang Indonesia, harap bersabar karena toilet umum disana cuma sedia tisu aja haha. Kalau enggak nyaman, harus siap sedia tisu basah yaa.
Seumur-umur aku belum pernah ngerasain makanan Korea, dan makanan Korea pertamaku adalah bulgogi yang aku cobain waktu makan siang di rest area ini. Sumpah, rasanya enak banget! Rata-rata makanan berat di Korea itu porsinya gede, dan harganya lumayan lah..lumayan mahal.

Setelah resting di rest area, kami melanjutkan perjalanan lagi ke Gwangju. Sebelum sampai tempat tujuan, kami sempat mampir dulu ke suatu tempat yang indah banget. For the first time ini pertama kalinya setelah sekian lama akhirnya aku melihat, merasakan, mengagumi keindahan alam yang hadir setiap musim semi.
Yay, cherry blossom! atau kembang sakura.


foto ndeprok, padahal dingin :')

Waktu itu kami sempat mampir ke Gunsan Cherry Blossoms Festival, di kota Gunsan, tapi sayangnya pas itu sepi banget. Entah emang kayak gitu atau festivalnya udah lewat. Tahun 2010 ini menjadi 14th Gunsan Cherry Blossoms Festival lho. Jadi, setiap musim semi mereka mengadakan festival ini (Maret-Mei). Sepanjang jalanan itu dipenuhi oleh pohon sakura yang berjajar cantik. Langsung deh kami kalap buat foto-foto. Setelah puas jalan-jalan di Gunsan, kami melanjutkan perjalanan ke kota tujuan Gwangju. Tinggal setengah perjalanan lagi sampe nih! Walaupun capek perjalanan, entah kenapa aku nggak bisa tidur waktu di bus. Padahal pengen banget tidur buat saving energy, tapi perjalanan ini terlalu mengagumkan haha.

Sesampainya di Gwangju, kami langsung menuju ke sekolah kami, SMP Seongdeok. Waktu itu menunjukkan sekitar jam 3 sore. Disana kami diperkenalkan dengan partner masing-masing. Partner yang dimaksud ini adalah siswa dari sekolah tersebut yang bakalan menjadi host family kami selama tinggal disana. Sederhananya, kami punya keluarga angkat disana. Partner-ku bernama Hyoju, dia orangnya baik dan supel. Aku dan dia sama-sama kelas 2 SMP lho. 
Nggak lama kemudian, eomma nya nyamperin dan kami pulang ke apartemen tempat tinggal keluarga angkatku dengan taksi. Sebelumnya kami sempet jalan lumayan jauh lho demi mendapatkan taksi. Mana gerimis lagi, tapi eomma maksa bawain koperku yang super gede. Aaaa terharu sangat :')
Sayangnya waktu itu nggak sempat dijemput appa, karena beliau belum pulang kerja.
Selama di elevator apartemen, orang-orang pada heran ngeliatin aku. Mungkin mereka asing dengan muka asia tenggara yah. Aku sok membungkukkan badan dikit, tanda perkenalan diri, walaupun agak awkward.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

KNOW ME

KNOW ME
Indonesian based in Jogja. Been three years studying Dentistry.

Follow Me

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Labels

  • Abroad (1)
  • Art (1)
  • Daily (1)
  • Event (1)
  • Jogja (1)
  • Journey (4)
  • Knowledge (2)
  • Korea (2)
  • Music (2)
  • Thoughts (9)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (4)
    • ▼  August (1)
      • Objek Observasi
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2011 (4)
    • ►  December (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  October (2)

Created With By BeautyTemplates & Published With By Blogger Templates