a Wundertalk

BUNCH OF STORIES

  • Home
  • About
  • Contact
I know it has been cleared.
Why did you do that? I don't know.
What's the matter? I don't know.
Do you still trust people? I don't know.
I don't want to talk about it, love is such a perfect pain to talk about. The only thing I know is I don't know. Why did people care with others, whereas I was alone in the middle of the darkness? That is the most stupid thing I've ever known. Why did people do that in front of me? I think they are just pretending. I don't care at all. My brain isn't for them.
Later. Later. Later.
Yesterday, was the day. The day where I caught that 'one' walking in front of me by wearing the tee I've ever given. Omg, I wrote on that letter "if you don't like it, you can burn it". A little bit affected.
But I know how's now.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Walking on the wet road. I'm being counfused by my mind. I can't explain at all because I don't know what it said. Don't blame me now! I'm not the old me who could face everything. I'm getting down. You might say I should be the strong one. But the condition doesn't want to be my friend. I lost all my high hopes. I'm afraid of everything. Tonight, i've been thinking of the tomorrow's problems. Will they get closer to me? I'm now stuck on my bed, just listening to my daily music playlist. Thinking of the impossibility. Will i get a nightmare like i got last night?
My paper says "you are dumb, you can't do anything!", my pillow tries to laugh and the radio in the front says "you have got everything!". My bodies won't support me. As the change, I wish I could beg something. I need a hibernation
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
The bear is a legendary and familiar animal which is said to have come up during the founding days of 'Gojosun', turning into a woman called 'Woong-nyeo', giving birth to 'Dan-gun-wang-gum'.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Jum'at, 16 Juli 2010
Dipojok depan kelas, gue bengong aja ngeliatin bu guru yang lagi ngejelasin tentang perjuangan bangsa Indonesia setelah perang dunia II. Ya, waktu itu pelajaran sejarah. Gak tau kenapa waktu itu gue bosen banget, lalu gue berniat godain temen sebangku gue. Sebenernya sih pengen toel dia aja, tapi berhubung dia suka teriak kalo gue toel, maka gak jadi. Lalu akhirnyapun gue ngirim selembar kertas dan kita pun berlanjut surat2an --".

eh...
@chagachong apa chong? via twitter for Mito (?)
@tatamaniacs A.W.S Mallaby siapanya Matt Bellamy? via Ecophone
@chagachong mlikum! itu kembarannya Matt! via BlackBery
@tatamaniacs oh.. kirain buyutnya. via UberTweter
@chagachong yaelah itu kembarannya dari masa lampau! via TwitDek
@tatamaniacs kalo sodara kembarnya Matt tewas gak ketemu temu, masa disate rakyat Surabaya? via daber
@chagachong mungkin aja. Bisa juga dijadiin Mallaby guling! via Senapto
@tatamaniacs padahal kan kita ngepens. via Bleckbird
@chagachong iye, keren! Tp gue makin ngepens sm Mansergh (?). via Tuwit por iPhon
@tatamaniacs sayang, ultimatumnya Mansergh gak diikuti. via Pawer Twitter
@chagachong iye. Gimana kalo kita sekarang ngepens sm Gubernur Suryo (?) via Pojok Kelas
@tatamaniacs jangan2 Gubernur Suryo itu spiderman? via twieek --"
@chagachong kalo menurut gue sih dia superman (?) via meleenesiacs
@tatamaniacs kalo dia superman, aku mau kawin sm dia. via BB tapi boong.
@chagachong ah yang bener nih? via TwitIQ
@tatamaniacs iya, bener. ntar kamu aku undang ke akad nikahku sama Gubernur Suryo. via Graviti
@chagachong gue boleh jadi among tamu nya ga? Tp dibayar *mata duitan* via Bukan BB
@tatamaniacs tapi lu bawa si Mansergh! via Mobile Twette
@chagachong kagak! Gue bawa si Brendon not Urie! via BlekBid

oke, emang gak penting. Dan itu gue duluan yang mulai. Berarti gue memang gak penting.

Wassalam.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kali ini aku mau melanjutkan cerita perjalananku di Korea. Bagi kalian yang ingin tau cerita sebelumnya, bisa baca di sini.

Jadi setelah sampai di sekolah dan dijemput oleh eomma, aku menuju apartemen tempat mereka tinggal. Seneng banget akhirnya bisa punya keluarga lokal selama disana! Seriusan deh, nggak ada yang bisa ngalahin sensasi pengalaman tinggal bersama orang lokal. Keluarga yang aku "nimbrung-in" yaitu keluarga Yun (marga). Mereka terdiri dari bapak, ibu, satu anak perempuan sepantaran denganku (Hyoju), dan satu anak perempuan kelas 5 SD. Syukur nggak ada additional member peliharaan, karena biasanya keluarga di Korea memelihara anjing. Aku sendiri takut soalnya.

Bagaimana caraku berkomunikasi dengan mereka selama disana? Ya pakai bahasa inggris. Secara aku nggak mungkin pakai bahasa korea. Jujur, kemampuan bahasa inggris keluarga angkatku lumayan baik seukuran orang yang non-english-speaker. Nggak heran juga sih karena mereka lumayan sering traveling, pernah ke USA dan bahkan Batam!

Fyi, kota yang aku singgahi, yaitu Gwangju, adalah kota metropolitan. Walaupun begitu, Gwangju tidak seramai Seoul. Apartemen disanapun berdiri di kawasan sendiri. Kerennya, jarak antara apartemen ke sekolah, mall, tempat les, dan tempat publik lainnya tidak terlalu jauh sehingga kebanyakan dapat dijangkau dengan hanya berjalan kaki.

Kenapa sih orang-orang di Korea tinggalnya di apartemen? Apa enggak ada yang tinggal di rumah?
Nah, menurut hasil ngobrol-ngobrol nih ya, memang pemerintah sana sedang menggalakkan program pemerataan dan penekanan jumlah penduduk. Dengan wilayah negara yang tidak terlalu luas, maka diharapkan ada pemerataan untuk industri, pertanian, dan tempat tinggal. Rumahpun jarang sekali terlihat. Kalaupun ada pasti letaknya di pinggir kota atau rumah tradisional jaman dulu di desa, karena memang menyewa atau punya rumah disana lebih mahal daripada sewa apartemen.  Di sana ada beberapa tipe apartemen dari yang kelasnya elite sampai yang sederhana.



Evervill, salah satu apartemen orang kaya (katanya sih)





Aku tinggal di apartemen yang lebih sederhana dengan furnitur dominan kayu. Pertama kali masuk udah kerasa banget suasana hangatnya walaupun cuaca di luar masih dingin selepas hujan. Sesampainya di apartemen, aku dikenalkan dengan anggota keluarga ini. Kemudian tur ruangan dipandu oleh appa yang entah kenapa udah pulang duluan (padahal katanya masih kerja). Ditunjukin kamar tidurku, cara pakai shower, meja makan, tempat ambil air minum, snack. Feels like home~

Komplek apartemen tempat tinggalku

Ruang keluarga dan tamu

Samping ruang keluarga
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bulan April lalu, aku dan teman-teman mengikuti exchange ke Korea Selatan. Kota yang akan kami singgahi adalah Gwangju. Perjalanan ini dimulai pada 18 April 2010, ketika kami berangkat dari bandara Adisutjipto Jogja menuju Kuala Lumpur (KLIA) dengan pesawat Malaysia Airlines. Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Jogja menuju KL. Saat itu kami memang memilih untuk transit di sana, walaupun harus nunggu lama untuk flight selanjutnya hiks. Jadi saat itu kami sampai di KLIA siang hari, namun jadwal flight ke Korea baru tengah malemnya. Hampir setengah hari kami nggembel di KLIA, tapi hal itu nggak bikin kecewa kok karena kita bisa melakukan apapun di sana! Beneran deh, kalian mau belanja atau nyari makan enak di sana sudah tersedia. Selain itu kalian bisa jalan-jalan ke KLIA Jungle Broadwalk, hutan buatan di tengah airport, sehingga killing time di sana jadi nggak terasa. 


Hari kedua perjalanan



Kami berangkat dari KLIA ke Incheon pukul 00.30. Penerbangan kali ini memakan waktu kurang lebih 6 jam, sehingga kami sampai di Incheon Airport sekitar pukul 8 pagi (waktu Korea). Jetlag? Enggak juga. Sampai sana kami ke imigrasi dulu dan harus naik subway, semacam train penghubung, untuk menuju ke bandara bagian luar. 


naik subway duluu

Waktu masih di dalem bandara, aku nggak masalah sama suhu udaranya, tapi setelah sampai luar ternyata dingin bangeet! Saat itu musim semi di Korea, tapi menurut standar orang Indonesia itu udah termasuk dingin, anginnya lumayan kenceng. Jadi kalau ke Korea musim dingin termasuk spring dan autumn (bagi orang Indonesia), pastikan udah pakai jaket sebelum ke luar bandara ya! Kalau bisa malah sebelum ke luar dari pesawat :))
Nggak lama kemudian, aku dan teman-teman dijemput oleh guru dan salah satu murid dari SMP Seong deok. Kami langsung berangkat ke kota tujuan Gwangju dengan bus, if I'm not mistaken, namanya Limousine Bus. Bus nya lumayan luas, hampir seperti tour bus, digunakan untuk nganterin penumpang ke destinasi yang dimau (biasanya ke Seoul). Ini salah satu alternatif dari pada ngabisin duit naik taksi yang muahal banget knowing that Seoul jaraknya lumayan jauh dari Incheon. Alternatif lain yang lebih murah sih bisa naik subway, tapi karena waktu itu kami rombongan dan tujuan kami adalah ke Gwangju, jadi prefer naik bus. 

mangkal depan Incheon Airport

tarif taxi di Incheon Airport

Incheon - Seoul: 1 jam. Incheon - Gwangju: 6 jam.

Perjalanan dari Incheon ke Gwangju menghabiskan waktu sekitar 6 jam. Jalanan yang dilalui pun sangat sepi dan lebar seperti jalanan tol. Kalau lihat ke luar jendela, kamu cuma bisa lihat semak-semak, tapi beberapa ada yang berbunga cantik karena pas musim semi. Pokoknya nggak bakal bosen deh perjalanan selama itu. Oh ya, kalau mau naik bus antar kota di Korea make sure kalian udah ke kamar mandi sebelumnya, karena di dalam bus nggak ada toiletnya dan cuma berhenti sekali di rest area. 

makan siang di rest area

Sebenernya aku nggak tau lokasi persis rest area nya di daerah mana, tapi setauku namanya Haengdamdo Service Area yang di depan bangunannya ada tulisan "Ocean Park Resort". Tempatnya rame dan gede banget, banyak pilihan food court, dan toiletnya juga bersih walaupun kadang harus ngantri. Bagi orang Indonesia, harap bersabar karena toilet umum disana cuma sedia tisu aja haha. Kalau enggak nyaman, harus siap sedia tisu basah yaa.
Seumur-umur aku belum pernah ngerasain makanan Korea, dan makanan Korea pertamaku adalah bulgogi yang aku cobain waktu makan siang di rest area ini. Sumpah, rasanya enak banget! Rata-rata makanan berat di Korea itu porsinya gede, dan harganya lumayan lah..lumayan mahal.

Setelah resting di rest area, kami melanjutkan perjalanan lagi ke Gwangju. Sebelum sampai tempat tujuan, kami sempat mampir dulu ke suatu tempat yang indah banget. For the first time ini pertama kalinya setelah sekian lama akhirnya aku melihat, merasakan, mengagumi keindahan alam yang hadir setiap musim semi.
Yay, cherry blossom! atau kembang sakura.


foto ndeprok, padahal dingin :')

Waktu itu kami sempat mampir ke Gunsan Cherry Blossoms Festival, di kota Gunsan, tapi sayangnya pas itu sepi banget. Entah emang kayak gitu atau festivalnya udah lewat. Tahun 2010 ini menjadi 14th Gunsan Cherry Blossoms Festival lho. Jadi, setiap musim semi mereka mengadakan festival ini (Maret-Mei). Sepanjang jalanan itu dipenuhi oleh pohon sakura yang berjajar cantik. Langsung deh kami kalap buat foto-foto. Setelah puas jalan-jalan di Gunsan, kami melanjutkan perjalanan ke kota tujuan Gwangju. Tinggal setengah perjalanan lagi sampe nih! Walaupun capek perjalanan, entah kenapa aku nggak bisa tidur waktu di bus. Padahal pengen banget tidur buat saving energy, tapi perjalanan ini terlalu mengagumkan haha.

Sesampainya di Gwangju, kami langsung menuju ke sekolah kami, SMP Seongdeok. Waktu itu menunjukkan sekitar jam 3 sore. Disana kami diperkenalkan dengan partner masing-masing. Partner yang dimaksud ini adalah siswa dari sekolah tersebut yang bakalan menjadi host family kami selama tinggal disana. Sederhananya, kami punya keluarga angkat disana. Partner-ku bernama Hyoju, dia orangnya baik dan supel. Aku dan dia sama-sama kelas 2 SMP lho. 
Nggak lama kemudian, eomma nya nyamperin dan kami pulang ke apartemen tempat tinggal keluarga angkatku dengan taksi. Sebelumnya kami sempet jalan lumayan jauh lho demi mendapatkan taksi. Mana gerimis lagi, tapi eomma maksa bawain koperku yang super gede. Aaaa terharu sangat :')
Sayangnya waktu itu nggak sempat dijemput appa, karena beliau belum pulang kerja.
Selama di elevator apartemen, orang-orang pada heran ngeliatin aku. Mungkin mereka asing dengan muka asia tenggara yah. Aku sok membungkukkan badan dikit, tanda perkenalan diri, walaupun agak awkward.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

KNOW ME

KNOW ME
Indonesian based in Jogja. Been three years studying Dentistry.

Follow Me

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

Labels

  • Abroad (1)
  • Art (1)
  • Daily (1)
  • Event (1)
  • Jogja (1)
  • Journey (4)
  • Knowledge (2)
  • Korea (2)
  • Music (2)
  • Thoughts (9)

recent posts

Blog Archive

  • ►  2018 (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2012 (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2011 (4)
    • ►  December (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2010 (6)
    • ▼  November (1)
      • How Is Now?
    • ►  October (1)
      • Beautiful Wounds
    • ►  August (1)
      • The bear from the myth
    • ►  July (1)
      • Kurang Kerjaan
    • ►  June (1)
      • Keluarga Baru dan Apartemen di Korea
    • ►  May (1)
      • Korea Part I: Perjalanan Menuju Korea
  • ►  2009 (2)
    • ►  October (2)

Created With By BeautyTemplates & Published With By Blogger Templates